menyusuri jalan ke kawasan geowisata karang sambung

bendung kaligending
bendung kaligending

suatu hari, 2015

libur lebaran kemarin aku sengaja lebih lama tinggal di rumah. niatnya memang mau berkeliling kebumen lihat tempat-tempat indah menurut versi IG anak-anak kebumen. meski pada kenyataannya aku hanya sempat mengunjungi beberapa tempat, itu juga setelah cukup ngeyel. iya, pasti orang rumah tak akan membiarkanku begitu saja pergi tanpa teman.

hari kedua lebaran aku berhasil mengajak ibu, kakak dan ponakan ke pantai suwuk dan bopong. hari ke empat ke taman kupu-kupu bareng ponakan lanjut ke jembangan, dan hari terakhir aku ijin buat momotoran ke jalan karang sambung. karena aku memang gak punya tujuan pasti ke mananya, jadi bener-bener mapai jalan aja😀. hanya kalau liat foto-foto yang beredar dan berdasar ingatanku dulu, sepanjang jalan karang sambung itu lumayanlah kalau buat foto-foto.

kanan sawah dan tebing batu atau semacam bukit, kiri jalan sungai dengan cadas-cadas putih.

kali ini cerita tentang karang sambung dulu ya, tentang taman kupu-kupu, jembangan serta suwuknya nanti akan ada di postingan selanjutnya. *insyaa Allah. semoga😀.

SAMSUNG CAMERA PICTURES
gapura selamat datang

kecamatan karangsambung terletak di wilayah kebumen bagian utara. ada angkot ‘tuyul’ atau angkot kecil yang menghubungkan kebumen kota dan karangsambung. kalau naik kendaraan sendiri, cari jalan sebelah utara alun-alun kebumen dan masuk ke perempatan arah desa jemur. teruslah ke arah utara, dan kita akan mulai menikmati pemandangan aktivitas penduduk setempat di pinggiran kalen atau kali kecil.

Di Kecamatan Karangsambung terdapat Lokasi Cagar Alam Geologi Nasional yang dikelola oleh Balai Informasi Dan Konservasi Kebumian Karangsambung-Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Cagar Alam Geologi Nasional-Karangsambung merupakan laboratorium alam untuk mempelajari geologi pada khususnya dan kebumian pada umumnya. Terdapat berbagai batuan yang berumur antara 125 – 65 juta tahun yang lalu. Pada zaman tersebut kawasan Karangsambung merupakan dasar samudera. Akibat tumbukan antara tiga lempeng bumi, maka kawasan Karangsambung sekarang terangkat ke permukaan. –wikipedia

karena alasan itu pula, jaman masih smu pelajaran geografinya ya ke karang sambung. langsung melihat batuan dan sungai dan cadas dan apa sajanya saiah juga lupa sik😀.

aku berangkat setelah subuh sama mba iti, tetangga depan rumah yang kali ini bersedia jadi korban jalan-jalanku. sengaja pagi-pagi karena pengen liat langit dan matahari pagi, meski ternyata langit yang kami temui hanya abu bonus kabut yang masih cukup tebal.

sawah dan bukit
sawah dan bukit

aspal ke daerah karang sambung cukup bagus. ditambah udara pagi nan sejuk, jalanan sepi plus hijaunya pemandangan kanan-kiri membuat mata terasa segar.

kami terus jalan ke utara –tanpa tujuan, kadang melambat untuk melihat kanan-kiri jalan, kadang juga mempercepat laju motor karena papasan dengan truk pasir. awalnya perumahan penduduk masih nampak di kanan kiri jalan. namun semakin ke utara, hamparan sampah di pinggir jalan semakin luas. aktivitas cuci mencuci juga terlihat di kalen di sisi kanan jalan.

sampai akhirnya pemandangan berganti dengan sungai di kiri jalan dan sawah serta perbukitan di kanan jalan. sesekali kami berhenti untuk mengambil gambar, sebelum akhirnya kami  benar-benar memarkir motor di bendung kaligending dan melihat-lihat sekilas bendungan yang tengah kering akibat kemarau tersebut.

perjalanan pun kami lanjutkan. kali ini motor melaju lebih cepat. sebenarnya aku sangat penasaran dengan ‘bukit pentulu indah’ yang sunrise nya keren ituh, yang kabutnya melayang-layang di antara pohon cemara. namun apalah daya, tanya sama beberapa orang gaktau aja di mana tempatnya.

bukit pentulu indah.
bukit pentulu indah

hingga akhirnya kami sampai juga di pasar yang juga berdekatan dengan LIPI. kami terus aja ke arah utara, meski jalanan makin naik dan makin berkelok. sampai akhirnya kami harus mengubur rasa penasaran untuk naik ke bukit yang banyak pohon cemaranya dan balik lagi, karena jalanannya nanjak banget, kering berdebu dan licin. 

kami balik dengan tetap celingukan kanan-kiri, siapa tahu ada yang bisa difoto lagi. *teteeup😛

hingga kami pun ketemu sama jembatan yang entah apa namanya, karena lupa tanya. plus desa apa juga lupa tanya😀. 

jembatan
jembatan

jembatan biru yang nampak kokoh itu sepertinya menghubungkan dua desa yang terpisah oleh sungai. dibandingkan dengan jalan utama yang dari tadi kami lewati, jembatan tersebut cukup ramai. 

lalu lalang orang yang berjalan maupun naik motor gak berhenti-berhenti. iya sik, karena saat itu waktu sudah menunjukkan pukul 8.00 dan sudah saatnya juga kami balik.

next time beneran pengen menikmati sunrise di pentulu indah itu. semoga ada rezeki untuk menjumpainya. ^^

This slideshow requires JavaScript.

pinus 30

26/8/15

4 thoughts on “menyusuri jalan ke kawasan geowisata karang sambung

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s