jejak kebaikan

tapak2

“maaf, ya teh, gak bawa apa-apa. cuma ada ini.”  akhwat di depanku mengeluarkan susu UHT ukuran kecil empat buah.

aku jadi kelimpungan dan segan sendiri. cangkir berisi air putih dan toples cheestik yang sedari tadi disuguhkan sama sekali belum disentuhnya. heu, aku jadi gak enak sendiri.. ini malah tamu yang bebawaan sesuatu.

di suatu keluarga, seorang ibu punya kebiasaan ‘menimbun’ makanan. kalo ditanya selalunya dijawab, “buat pakdhe ini katanya mau dateng bulan depan, buat paklik ini ntar kalo lebaran dateng.” 

kemaren sore aku mendapat kiriman berupa amplop coklat beralamatkan Blora. ah, ya.. beberapa hari sebelumnya aku memang dimintain alamat oleh seseorang yang baru dari Jepang.

kau tau seseorang itu?

ia adalah teman ‘sepintas lalu’ akan tetapi merasa menjadi tuan rumah saat aku dan bapak mukim sebulan lebih di suatu rumah sakit di jogja. saat itu dia merasa sangat bertanggung jawab kepada kami. pada sarapan pagi kami, bahkan pada pakaian gantiku. ketika beberapa kali kami datang ke jogja hanya sekadar kontrol rutin, dia selalu menyempatkan menemui kami, tentu buah tangan sesuai kesukaan kami.

“bapak kan katanya suka jus alpuket.”

ibu menangis, bapak menangis, dan diapun menangis ketika kami berpisah. dia juga ikut menangis mengiringi jenazah bapak hingga ke pemakaman. berbekal alamat yang ku sms-kan, dia sampai juga di rumah kami di kebumen.

sampai sekarang ibu masih suka menanyakan kabarnya. pun dulu, ketika bapak masih ada, bapak selalu bertanya kabar teman-teman ‘sepintas lalu’ yang sempat menjenguknya.

“tin, kancamu sing nang tegal kepriye?”

“tya, isih nang jogja?”

“nifa?”

jejak kebaikan. pada akhirnya ia akan terus melekat di hati orang-orang yang sempat ‘menikmati’ kebaikannya. mungkin hanya sepele, tapi tulus di hati tentu akan mengetuk hati juga kan?

atsarnya, semoga kekal dan bertemu dengan pemiliknya di surga kelak.

oya, aku juga berasa “nggregel” pengen nangis, ketika ada seorang yang ketemu sepintas lalu, mendatangi kamar bapak dan mendoakannya dengan penuh kesungguhan. ayahnya yang langsung memimpin doa untuk kami, untuk kesembuhan bapak.

selamat jelang buka. semoga puasanya berkah. semoga kebaikan ramadhan benar-benar dapat kita nikmati dan mengantarkan kita ke pintu Ar Rayyan.

antim 24 #day6

5/7/14

 

 

 

 

 

 

 

 

3 thoughts on “jejak kebaikan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s