belajar syukur

babyhijaber

tadi pagi liat postingan teteh babyhijaber kaya yang di atas. ceritanya, sang teteh ditantang sama suaminya untuk ngejatahin uang belanja senilai 20.000 seharian. di situ diceritakan, uang 20.000 tersebut dapet beras 1 liter, 1 ikat kangkung dan tempe, sisanya untuk bumbu. kangkungnya habis buat makan siang, tulisnya.

ketika si mba-nya tanya kenapa cuma masak itu, suami teteh babyhijaber nyautin, biar anak-anak bersyukur kalau ada lauk pauk lengkap. ya, intinya si ayah sedang mengajarkan makna syukur kepada keluarga, dan terutama kedua anaknya.

beberapa hari yang lalu, aku belanja di warung deket kosan, tapi si ibu warung tengah sibuk bertransaksi dengan orang lain. sibuk ngitung uang dan tanda tangan kuitansi. sekilas kudengar nilai transaksinya sampe satu juta lebih. karena penasaran aku tanya langsung aja tentang transaksi itu. kata ibu warung, itu uang pelunasan kue lebaran yang bahkan sampai 4 juta.

“itu mah uang buat beli kueh, neng. buat bagi-bagi sama yang suka belanja beras ke sini. yaa.. namanya juga orang hidup, kadang di bawah kadang di atas. ibu juga dulu ngrasain susah waktu bapak ngebecak,” ujarnya.

jujur, aku rada kaget. karena ngliat warungnya juga bukan warung yang gede. luasnya kira-kira 2×3 meter, tapi ย memang lengkap selalu rame. waktu itu aku sedang beli beras. sebagai anak kosan, masak nasi sendiri relatif sangat menguntungkan dibanding dengan beli nasi di warung. meski lauknya beli, tapi kalo udah punya nasi kan makan bisa digimanain aja. ceplok telor juga jadi๐Ÿ˜€

daaan, beberapa hari yang lalu aku baru beli rice cooker baru. penyebabnya karena rice cooker yang ada di kosan satu-persatu akhirnya tumbang juga. mungkin ngambek kerna sering dibuat masak segala dengan cara yang segala juga๐Ÿ˜€.

entah kenapa, pasca beli rice cooker aku jadi sayang banget sama nasi yang bersisa. sebelumnya tiap sore bawaannya males makan dan gaktau ย mau beli makan apa. karena gakada tempat masak nasi di kosan, jadilah beli makanan yang siap santap, dan itu sangat-sangat membosankan selain lebih mahal tentunya.๐Ÿ˜›

iya, Allah sedang banyak kasih pelajaran syukur akhir-akhir ini. melalui makan siang gratis, makan malam gratis, melalui bapak penjual tissue di jalanan, melalui ibu warung, juga melalui potongan keterlambatan. ahaay..๐Ÿ˜‰

maka menjadi malu sekali ketika suatu hari aku pernah ingin berucap, “Ya Allah, buat aku tersenyum hari ini..” belum juga selesai kalimat itu, rasanya udah malu sendiri. ada sisi hati yang bilang, “halah, bilang aja, Tin. kamu pengen ini hari inii.. ;p.” yup! ini titin, yang masih belajar untuk terus bersyukur dan bersyukur. :’)

kalo cuma pingin senyum, tonton aja tuh dodit mulyanto, Tin. #eh ;p

soeta 550, 2/6/14

 

 

8 thoughts on “belajar syukur

  1. iya, sama. aq juga suka dikasih sembako sm tukang sayur deket rumah kalo jelang lebaran. kadang gak enak sendiri kalo dikasih hadiah lebaran sama tukang sayur. lah dia cari duit susah2 kok buat pembelinya ada jatah?O_o

    Like

    • ehehe.. itu satu betuk syukur para pedagang itu yah berati.

      yg tin kaget kerna di sini warungnya kecil-kecil. etapi ding memang lingkungannya gak semua orang punya juga sik..

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s