1 lebaran adalah (hanya) tentang perasaan

bye ramadhan,

smoga Allah pertemukan kita dengannya tahun depan. sesedih apapun, ramadhan tetep aja berlau, semenyesal apapun karena belum optimal memanfaatkannya, tetep aja hari ini sudah memasuki satu syawal.

lalu sekarang, bagaimana kita bisa menjadi manusia pasca ramadhan? seseorang yang bisa memelihara segala kebaikan yang dilakukan saat ramadhan, bahkan harusnya lebih semangat, kan udah di charge wakru ramadhan.

satu syawal,

selalu menyisa banyak cerita. ketemu teman kecil, tetangga jauh, saudara yang selama ini jauh. temen sd, smp, smu, kuliah. pokoknya lebaran identik dengan reuni.

lebaran kali ini masih saja melow, lebaran kedua tanpa bapak, meski ini juga menjadi lebaran pertama bersama seorang anggota keluarga baru.

dan selalu deh, mendadak speechless kalo ngumpul. bukan apa-apa.. tapi sepertinya lebih seneng melihat anak-anak kecil yang ceria, ngedenger segala cereita dari temen atau saudara. dan selalu ada air yang menggenang melihat bapa ini, bapa itu yang dulu deket sama bapak. atau mbah ini, mbah itu yang tengah sakit.

silaturahim tadi berkunjung ke saudara-saudara yang sudah sepuh. yang masing-masing sudah ‘ketemu’ dengan sakitnya masing-masing. ada yang gabisa jalan, ada yang begini begitu. dan aku selalu mendadak terdiam dan ngga bisa sekedar basa basi. hanya saja yang paling terpikir adalah, bagaimana kondisiku ketika tua nanti. kalau Allah memberi umur hingga setua itu, akan seperti apakah aku?

bagaimana caraku ‘menunggu kematian’ kelak?

bukan, aku bukan sedang berbicara tentang orang yang sudah tua dan tugas mereka hanya menunggu kematian saja. toh kitapun, toh bayipun juga punya umurnya masing-masing. takperlu menunggu tua jika memang Allah berkehendak memanggil, ya terjadi saja.

aku hanya berpikir, bahwa apapun yang terjadi pada saat ini adalah jalan hidup yang sudah kita pilih. di sanalah kita akan menjemput mati itu. muda, tua, bayi, bukankah kita (hanya) samasama tengah menunggu kematian?

*judulnya gak nyambung ya? abaikan ;p

kebumen, 8/7

12 thoughts on “1 lebaran adalah (hanya) tentang perasaan

  1. Minal aidzin wal faidzin yaw mbak titin…

    Memang sedih di tinggal ramadhan tapi saya merasa cukup senang karena ramadhan kali ini membawa jodoh saya berkenalan dengan mbak tin🙂

    Like

  2. tiap lebaran selalu ada perasaan yg beda. ttg cinta, bahkan tetg kematian. selalu ada cara untuk bermuhasabah, mengevaluasi diri. semoga tahun depan amal ibadah semakin baik, rizki semakin lancar. mohon maaf ya. taqoballahu minna wa minkum shiyamana wa shiyamakum kullu ‘amin wa antum bi khoir

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s