saat cinta tak terhalang usia

1) Apa makna usia bagi cinta? Bagaimana jika seorang pemuda gagah yang dipeputra oleh lelaki mulia, menikahi pengasuh ayah angkatnya? #ksh

2) Aneh memang; wanita itu seangkatan neneknya. Apa yang menyebabkan dia merundukkan hati & kemudaan untuk menjadikannya pasangan jiwa? #ksh

3) Tapi dalam hidup; mungkin memang ada yang lebih tinggi dari cinta. Mungkin itu yang ditemukan si pemuda dalam sabda ayah angkatnya. #ksh

4) “Siapa yang ingin menikahi wanita ahli surga”, ujar Sang Nabi suatu hari, “Nikahilah Umm Aiman.” Maka Zaid pun maju, tanpa ragu. #ksh

5) Dulu saat Sang Nabi ditinggal wafat Bundanya, Umm Aiman yang menggendongnya Abwa’-Makkah. Kelak dia imani risalah bocah asuhannya. #ksh

6) Sementara Zaid ibn Haritsah adalah sahaya Khadijah yang dihadiahkan pada RasuliLlah; jadilah dia pemuda utama di barisan cahaya. #ksh

7) Kita takjubi nikah bersenjang umur ini; juga sebab dari mereka akan lahir Usamah ibn Zaid; kelak panglima agung di usia 18 tahunnya. #ksh

8) Zaid ibn Haritsah menikahi Umm Aiman yang seusia neneknya, karena Allah & RasulNya. Gairahnya adalah surga. Cintanya adalah cahaya. #ksh

9) Maka pada setiap betikan niat yang menggerakkan untuk menikahi seseorang; tanyakan pada hati kita, apa yang paling menyalakan minat. #ksh

10) Seperti nasehat Asy Syafi’i tuk yang bingung atas banyak pilihan nan semua tampak baik; “Ambil yang paling menyelisihi hawa nafsu!” #ksh

11) Mari belajar 1 lagi; namanya Nailah bint Al Farafishah Al Kalbiyah, yang menikah atas upaya Tamadhar, istri ‘Abdurrahman ibn ‘Auf. #ksh

12) Mempelai pria; ‘Utsman ibn ‘Affan belum pernah melihatnya hingga akad terucap; sebab percaya sempurna pada ‘Abdurrahman & istrinya. #ksh

13) Begitu berjumpa, ‘Utsman terkejut & bersegera menyatakan, “Aku membebaskanmu dari ikatan ini jika kau tak ridha atas keadaanku!” #ksh

14) “Apa maksudmu duhai Dzun Nurain?”, tukas Nailah, “Demi Allah aku tak ingin sedikitpun membatalkan ikatan pernikahan yang suci ini!” #ksh

15) “Tapi pastinya kau takkan menyukai ketuaanku”, sahut ‘Utsman. “Justru aku ini suka suami yang lebih tua”, jawab Nailah tersipu. #ksh

16) ‘Utsman membuka surbannya, memperlihatkan geripis kebotakan di rambutnya, “Bukan hanya tua, diriku telah jauh melampaui ketuaan.” #ksh

17) Nailah mendekat & mencium kening ‘Utsman. “Masa mudamu sudah kauhabiskan di sisi RasuliLlah, duhai lelaki yang 2 kali berhijrah.. #ksh

18) ..Betapa berharga bagiku jika Allah mengaruniakan kesempatan mendampingi sisa usia muliamu, hingga kelak menghadapNya, insyaaLlah.” #ksh

19) Usia Nailah menjelang 18 tahun ketika itu, dan ‘Utsman yang pemalu mendekati 80 tahun. Nanti Allah karuniakan 3 putra pada mereka. #ksh

20) Inilah lelaki pemalu yang menjaga kesucian diri; yang mandinya menutup semua pintu-jendela, di bilik tersembunyi berselubung tabir. #ksh

21) Lelaki ini, Malaikatpun malu padanya; tunduk pandangnya, panjang qiyamullailnya, syahdu tilawahnya, luas dermanya, jernih batinnya. #ksh

22) Ada yang tak sengaja menatap wajah jelita lalu menjumpa ‘Utsman tanpa cerita. Tegurnya, “Bertaubatlah, di matamu ada bekas zina.” #ksh

23) Nailah mendampingi lelaki hebat ini hingga wafatnya di tangan orang-orang zhalim. Dua jemarinya putus kala memerisai tubuh ‘Utsman. #ksh

24) Kelak Amirul Mukminin Mu’awiyah melamarnya. Teguh Nailah menjawab, “Tak ada yang mampu menggantikan kedudukan ‘Utsman di hatiku.” #ksh

25) Pada Zaid, pada Nailah; kita belajar tentang cinta yang tak tersekat umur & wujud. Cinta itu berhulu & bermuara di keabadian surga. #ksh

Sumber : @salimafillah

5 thoughts on “saat cinta tak terhalang usia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s