[Beranda Februari] Lihatlah dari Sisi yang Berbeda

Adalah Ibrahim bin Adham, seorang Gubernur dari Balkh yang masuk Kerajaan Khurasan. Dikisahkan suatu hari seorang prajurit yang baru pulang dari medan peperangan bertemu dengannya di pinggir kota. Lalu sang prajurit bertanya dimanakah letak perkampungan. Ibrahim bin Adhampun menunjuk ke arah pemakaman. Tetapi tanpa basa basi tiba-tiba prajurit tersebut langsung menampar Ibrahim bin Adham hingga berdarah. Ternyata prajurit tersebut menyangka tengah dipermainkan oleh Ibrahim bin Adham.

Lalu seseorang lain yang tengah membersamai mereka berkata kepada sang prajurit, “Mengapa kau  tiba-tiba menamparnya? Apakah kau tidak tahu, jika beliau adalah Gubernur Ibrahim bin Adham?” Prajurit tersebut sangat terkejut dan serta merta meminta maaf seraya terbata-bata. Akan tetapi Ibrahim bin Adham menjawab, “Ketika engkau menampar, aku mohonkan kepada Allah agar engkau mendapatkan surga.”

Sang prajurit tersebutpun keheranan dan bertanya, “Mengapa Engkau berbuat demikian, wahai Tuan Gubernur?” Lalu Ibrahim bin Adham menjawab, “Wahai prajurit, kamu telah memukulku tetapi aku memaafkanmu. Dan hal ini menyebabkan aku mendapatkan pahala besar yang bisa mengantarkanku masuk ke dalam surga. Dan karena jasamu itulah aku memohon kepada Allah agar engkau juga mendapatkan surga.”

Mungkin kita juga sering mendapatkan ‘tamparan’ serupa. Sebuah kesalahpahaman yang bisa menjebak diri menuju kondisi sempitnya jiwa dan kemudian menyalahkan orang lain tanpa tahu maksud sesungguhnya. Namun sepenggal kisah di atas telah mengajarkan kepada kita tentang sebuah makna peristiwa. Dengan tutur sederhana, Ibrahim bin Adham mampu melihat jalan surga pada rasa sakit yang diterimanya.

Dalam hidup ini diperlukan jiwa yang bijak untuk melihat rentetan cerita secara utuh. Bukankah tak satupun peristiwa yang Allah hadirkan tanpa disertai alasan? Bencana yang hadir tanpa permisi, kejahatan yang makin mengusik ketenangan hidup, tekanan pekerjaan dan juga masalah-masalah yang membelit keluarga. Bisa saja semua itu dianggap sebagai penderitaan hingga mengakibatkan keluh kesah yang berkepanjangan, namun sejatinya semua peristiwa pada setiap episode hidup kita mempunyai muara yang sama, yaitu surga atau neraka.

Jika kita bisa menyadari bahwa hal tersebut bisa membukakan pintu neraka lebar-lebar, maka mengapa kita tidak memutar langkah dan kemudian dengan sungguh mencari pintu surga? Sebab surga juga menyediakan banyak pintu yang bisa terbuka dari arah mana saja. Karenanya lihatlah selalu dari sisi yang berbeda, akan banyak jalan kebaikan kita temukan di sana.

soeta 550, 7/2/13

2 thoughts on “[Beranda Februari] Lihatlah dari Sisi yang Berbeda

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s