rumah kain kasa

bismillah,

ahad kemaren aku kembali lagi ke Rumah Kain Kasa (RKK), setelah terakhir Oktober 2010. udah lama banget memang, sebab sejak oktober itu bapak sakit, dan aku di rumah saja. termasuk saat fahrin gak ada. aku gak bisa dateng ke pemakamannya.

kemaren sempet bilang ke anin,

“eh, udah lama banget yah amah gak kesini. terakhir tahun 2010.”
“masa, mah? udah lama banget yah? tapi gak kerasa.”
“asa baru seminggu gak ketemu yah, kita?
“iyah, kaya baru kemaren.”

entah kenapa, rumah itu udah berasa rumah sendiri. sampai pamulang sabtu hampir jam 00.00 (travelnya kemaleman -.-). dijemput mba minah, dan langsung ke kamar anin-hurin yang masih melek nungguin aku. sedang bue udah tepar, karena memang lagi gak enak badan.

beberes dan memaksa diri tidur, meski anin sebenernya ngaku udah susah tidur dan seperti masih kuat aja kalo diajak cerita. tapi mengingat besoknya mau jalan, aku paksain aja merem, biar anin merem juga. hurin tidur di kamar bawah bareng mba minah.

ada perbedaan yang nyata dengan kedatanganku sabtu itu. biasanya aku mabit di RKK tak pernah sendiri. selalu ada ‘anak-anak bue’ yang lain. tapi memang 2 tahun bukan waktu yang pendek. pertama kenal bue lewat FB, dikenalin aa-nang. sering chat, telp dan kemudian berlanjut dengan kedatangan kami di rumah pamulang, mabit dan jalan-jalan bareng krucils *hurin-anin-fahrin-hibban-

dan sejak itupula, kami menganggap bue menjadi kakak. aa menyebutnya dengan bu mukti, nang memanggilnya mba mining, aku lebih enak dengan sebutan bue,ole setia memanggilnya nyak dan dendut manggil uniang. begitulah kelakuan kami. memanggil ‘seenaknya’ saja. karena memang terasa lebih deket.

2 tahun berlalu sejak Juli 2010. saat pertama aku menginjakan kaki di rumah pamulang. aa udah nikah dan punya akhdan. nang udah nikah dan ira-nya lagi hamil. ole-dendut, kami belum pernah ketemu karena mereka memang berdomisili di pekanbaru. persaudaraan yang indah memang, meski pada kenyataannya kami hampir tak pernah berkomunikasi kini. semua punya hidup masing-masing. paling cuma aku ke bue yang masih cukup rajin chat. *itujuga bue yang mule -.-*

mungkin hanya doa-doa yang akhirnya membuat aku mengakrabi rumah pamulang laiknya rumah sendiri. yang dari 2010 gak kesana, tapi berasa seminggu saja gak ketemu anin-hurin.

rumah kain kasa,
kayanya waktu itu nang yang bikin istilah itu, karena di rumah itulah biasanya kami cerita-cerita banyak hal. yang menyedihkan maupun menyenangkan. kenapa kain kasa? karena kain kasa adalah pembalut luka, dan kami menganggap rumah pamulang itu adalah tempat untuk membalut luka. setidaknya dengan main-main sama krucils kami jadi bisa tertawa bersama.

rumah kain kasa. rumah yang asalnya maya, tapi Dia yang mempertemukan sehingga semuanya mewujud nyata. bue dan keluarganya yang amat baik. bahkan diantara keluarga kami sudah saling tau dan saling silaturahim. semoga Allah kekalkan persaudaraan ini hingga ke surga. aamiin.

*jadi berasa melo, inget fahrin juga soalnya. yang tepat juli 2 tahun lalu aku pertama bertemu dengannya. dan dia ‘gak ada’ tepat oktober 2010. bulan yang sama saat aku terakhir ke rumah itu. ceritanya ada di sini dan bulan yang sama saat bapak mulai sakit, hingga setahun kemudian bapak gak ada juga.


soeta 550, 11/7/12
*saat Allah belum mengijinkan 4 untuk jakarta



20 thoughts on “rumah kain kasa

  1. jaraway said: btw hayoo napa koq ngintip2 jurnal lamaku mba? =p ehehehe

    pertama; sudah kuduga pasti akan ada pertanyaan inih ;p *soalnya kalo tin paling males liat histori ;p*kemaren hariku ngubek2, ada beberapa blog yg tin ubek2khusus fajar, penasaran; ko bisa pindah kampus. alasane nopo?๐Ÿ™‚

    Like

  2. titintitan said: khusus fajar, penasaran; ko bisa pindah kampus. alasane nopo?๐Ÿ™‚

    he.. ga bisa mudah dijelaske mba.. =)lha wong sahabatq dhewe ae juga ga isa ‘menerima’padahal dia tau persis apa yang menimpaku waktu itu.. hehehe.. dadi yo wis.. biarkan jadi misteri *halah.. wekekek

    Like

  3. jaraway said: he.. ga bisa mudah dijelaske mba.. =)lha wong sahabatq dhewe ae juga ga isa ‘menerima’padahal dia tau persis apa yang menimpaku waktu itu.. hehehe.. dadi yo wis.. biarkan jadi misteri *halah.. wekekek

    wew… baiklaaah yg mau misteri ;p

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s