soekarno hatta *

2003
jalan ini terasa amat panjang. Damri yang membawaku ke Bandung tampak keberatan oleh penumpang. bau yang bercampur sudah tak bisa dideteksi dari mana datangnya.orang baru pulang pasar, mahasiswa kelelahan, pengamen, juga teriakan kondektur yang tak henti-hentinya. kursi depan deket pintu selalu menjadi favoritku. simpel saja alasannya, agar aku gampang keluar. karena penumpang yang berjejalan membuat susah bernafas lega, pun aku yang sudah duduk ‘nyaman’ tetap saja tergencet kanan kiri juga orang-orang yang berdiri di depanku.

ya, Damri jurusan Kalapa-Tanjungsari ini memang satu-satunya angkutan yang murah untuk melintasi jarak yang cukup jauh itu. kalau naik angkot, hampir dua kali lipat ongkosnya. bagi mahasiswa sepertiku, sayang rasanya menghabiskan ongkos yang lumayan tersebut. setidaknya sekali sebulan aku pergi ke Bandung.dengan rute jalan lurus cileunyi-cibiru-hingga sepanjang soekarno hatta yang mempunyai empat lajur jalan. seingatku, hanya sekali aku merasa mual, ingin muntah. tapi adikku yang tak terbiasa berjejalan di dalam Damri langsung mabok pertama kali naik angkutan murah meriah ini.

2004

“aku males dateng ah, biar aja mas’ulku yang dateng ke sono.”

“trus alasanmu apa?”

“gak pake alesan”

bip bip..

“teh, saya izin nggak ikut fgd di dpw yah, sekarang.”

“arrrggggh! kenapa dia dulu yang izin gak dateng?”

“ahahah.. mungkin karena pekan kemaren kau yang izin gak dateng.”

aku gelisah. berkali-kali menengok ke arah pintu. kenapa pula belum pada dateng ini ikhwan yang mau presentasi? males banget kalo harus aku yang maju ngomongin siyasi. yeaay! aku bersorak dalam hati. akhirnya ada ikhwan yang dateng juga. fgd yang belum kunjung selesai membuatku penat dan ingin segera keluar dari tempat ini.

2006
ruangan yang terletak di lantai 3 itu ramai.peserta tasqif yang biasanya di Jatinangor tetiba harus mendengar taujih spesial dari Ibu Diah. jadilah, sore pekan ini datang ke gedung di jalan soeta ini.

2008
hari sudah gelap, aku masih berdiri menunggu minibus yang akan mengantarku ke cileunyi menuju jatinangor. lagi-lagi, aku dapet murid privat di daerah soeta. jalan masih rame, wajah-wajah kelelahan tampak memenuhi pandanganku. sejak mencoba mencari uang sendiri aku menjadi sangat simpatik dengan orang-orang yang bekerja keras demi keluarganya.

bapak-bapak penjual buah seribuan di Damri yang sering kunaiki dan segala penjual yang biasa kutemui di jalanan. sungguh, aku trenyuh melihat mereka, entah berapa rupiah yang dibawa pulang setiap harinya. mataku berkaca. lampu di sepanjang jalan soeta berkerlap-kelip, dan saat-saat seperti ini, aku selalu bertanya, “apa kira-kira yang akan terjadi sebulan, setahun dan beberapa tahun lagi? sudah di manakah aku?”

“Tin, kau jadi tim medianya hade, bareng aku. jadi kita tiap pekan tiga kali ke sana.ato kalo ada waktu kosong ke sana ajah. jumat juga ribath yah, kan ikhwannya jumatan.” Suti rekanku dari santika menyampaikan hasil rapat kemaren. hmm.. makin sering aja aku bolak balik. kebetulan murid privatku juga di sekitaran soeta. belum lagi latihan rutin, di sana juga.

2011
“teh aku mau pindah kosan, ke Riung.” telpon dari adikku sedikit mengagetkanku.

“ya udah, ntar tin bantuin pas pindahannya.”

setelah beberapa tahun tak melewati jalan ini, akhirnya aku kembali ke sini lagi. kali ini menggunakan angkot sewaan dengan barang-barang yang penuh layaknya orang pindahan.

2012
“hari ini kita pindahan yaa..”

“he? seriusan?”

ya, akhirnya aku kembali ke sini. setelah dulu setidaknya sepekan 3 kali menghuni gedung sebelah yang hanya berjarak 3 bangunan. sekarang aku di sini, sokarno hatta 550. setiap hari.

tempatku belajar dan belajar.

soekarno hatta, sudah menjadi karibku bertahun lalu. dan Allah kembali menyandingkanku dengannya. bukan tanpa tujuan, tapi yang jelas agar aku makin dekat denganNya.


* sebuah nama jalan di bandung, (jadi bukan bandara ya, buat yang selama ini mengira saya sedang di bandara ) yang menurutku adalah jalan lurus terpanjang. udah kaya jalan tol 4 lajur. panas dan kendaraannya jalannya kenceng-kenceng. nyebrangnya kan jadi susah -.-

maghrib soeta, 7/6/12

25 thoughts on “soekarno hatta *

  1. jaraway said: masih di soeta to mba.. pulaang.. pulaaaang.. dah malem.. =p

    Bu diah nurwitasari ustadzah cerdas itu maksudnya? Sukaaaa taujihnya, tipe akhwat kuat+tegasHaahahaa depewe pan di soetta oge nyakkkKangeeeen banduuung huhuuu

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s