: teruntuk jiwa


sejatinya pada siapa engkau ingin berscerita? tentang kesah, tentang detik yang gelisah, tentang cinta yang terbelah. tak utuh lagi. untukNya.

mengapa masih juga kau manjakan hati, sayang. membuang waktu sepenuh kelopak matamu. menguar canda selebar mulutmu. melantunkan dzikir hanya pada lelah waktumu. pada senggang yang sengaja kau sisakan.

Ia? hanya kebagian sisa malam. sisa istirahat siang. sisa kala bercanda dengan kawan. dan sebenar-benar sisa tenagamu. itukah, kamu? yang masih bercita-cita menjadi syuhada di jalanNya.

lalu lewat jalan mana kau gapai itu, sayang?

melalui air mata yang terlanjur mengering sepanjang hari dan malammu? melalui sekeping dua keping rupiah yang kau lempar ke pengamen jalanan? melalui satu dua ayat terbata yang kau lantunkan di harimu yang selalu indah, bergelimang nikmat dariNya? atau melalui hafalan yang belum jua kau selesaikan?

melalui apa? jawablah..


: teruntuk Prihatin Nurlatifah



Soeta, 19/4/12

17 thoughts on “: teruntuk jiwa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s