[sebab perjalanan adalah teman] teman perjalanan

beberapa hari ini aku sering pulang malam. pekan kemaren terhitung 3 kali pulang di atas jam 8 malam. pertama, karena ada foto untuk majalahku, kedua tahsin yang mau gak mau setelah maghrib mulainya, ketiga laporan yang ternyata harus masuk tanggal 25.

rada serem juga sebenernya pas naik angkot. aku selalu milih angkot yang berpenumpang rada banyakan dengan rute yang takbiasa kulalui. sebab rute yang biasa kulalui justru sepi penumpang, mana lewat sawah-sawah, jadi serem. inget sama cerita yang sudah-sudah tentang banyaknya peristiwa aneh di angkot.

malam Sabtu kemaren aku pulang malam dengan rute pulang tak biasa. meski sebenarnya rutenya cukup rame tapi saat itu yang ada di angkot cuma seorang ibu-ibu. karena udah terlalu malam, maka akupun naik angkot tersebut. baru setengah jalan, ada dua orang ABG masuk. gayanya punk, dan langsung nyanyi. Si Ibu tiba-tiba minta turun. sebenernya aku juga rada serem tapi tetep aja duduk manis. bentar lagi turun ini, batinku.

kuangsurkan uang yang sedianya untuk ongkos angkot. ABG punk yang satu bertanya ke ABG punk yang kukasih uang,

ABG 1: “untuk minum ada gak?”

ABG 2: “ada.”

ABG 1: “kalo untuk rokok?”

ABG 2: “gak ada.”

ABG 1: “aku habis ini mau nebus HP, trs pulang. bersih-bersih. besok malam minggu, saatnya pacaran. kamu loe dimana malam minggu?”

ABG 1: “di sini aja gw.”

ABG 2: “cari cewee dong lo, ngapain malam minggu di sini.”

ABG 1: : “gak ah, gw mah. ngamen.”

entah kenapa aku tiba-tiba trenyuh ngedenger segala perbincangan mereka. mereka yang besar di jalan, mereka yang menjadi korban gaya hidup punk, entah bagaimana awalnya mereka bisa ada di sana. ngamen, dengan gaya-gaya punk yang tentunya butuh uang juga untuk cat sana sini, sepatu dan segala aksesorisnya. gak kerasa berkacakaca juga. mendoakan, semoga mereka menemukan jalan yang lebih baik lagi.

beruntungnya aku, dan kelak anakku harus merasa beruntung punya orang tua aku, punya keluarga yang akan bersama-sama berusaha untuk selalu dekat dengan Allah. dan istiqamah di jalanNya. #ingatkan diri.

hmm.. dan ahad kemaren aku membaca ada peristiwa pembajakan (bahasanya serem bener ) di rute angkot yang malam sebelumnya kulalui. satu-satu penumpang di todong pistol, entah itu pistol mainan ato beneran. alhamdulillah, akhirnya semuanya selamat. tapi itu yang membuatku tambah serem naik angkot rada sore, terutama angkot cadas-cibiru itu . harus waspada dan hati-hati. Allahlah sebaik-baik penolong dan pelindung.

yeeah, Allah selalu punya cara untuk memberikan kita pelajaran. dengan caraNya. dan hanya orang-orang yang siaplah yang bisa menangkap hikmah di baliknya.

ini link, blog adik kelas yang mengalami di todong pistol satu-satu sama pencopet itu. serem eung.. bandung oh bandung

http://nafielahmahmudah.wordpress.com/2012/02/25/saya-ditodong-pistol-dan-petugas-pelayan-masyarakat-itu-dingin/

soeta 550-27/2/12


18 thoughts on “[sebab perjalanan adalah teman] teman perjalanan

  1. badaisuci said: Saya punya temen anak punk, tapi ga gitu2 amat..Orangnya keras, tapi berjiwa kesatriamungkin udah tercampur dengan kebudayaan yang lain..

    punk yg sy temui jg ga serem2 amat,yg serem mah copet yg bawa pistol ituh..dan nodong si mang angkotnya biar ke tempat sepi beserta seluruh penumpangnya..

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s