november ’09

hujan itu telah mengirimiku lagu dengan lirik syahdu yang terlukis pada larik pelangi seusainya

ada tatap beku penuh harap duduk diberanda berteman secangkir teh hangat, tersenyum pada langit yang masih saja kelabu dengan sederet mimpi-mimpi biru

“andai saja waktu memberi ruang pada atap bambu maka secangkir teh hangat akan melelehkan sebatang coklat.”

03/11/09




27 thoughts on “november ’09

  1. titintitan said: he? ko saged?hujan angin yah? emg daerahnya rendah?

    ga angin si mba.. tapi dueres.. dan laaamaaawau ruang tengah dadi tempat plosotane fajar hahaha.. ga rendah juga.. tapi cerak kalen.. =Ddrainasenya yang kurang bagus..

    Like

  2. jaraway said: ga angin si mba.. tapi dueres.. dan laaamaaawau ruang tengah dadi tempat plosotane fajar hahaha.. ga rendah juga.. tapi cerak kalen.. =Ddrainasenya yang kurang bagus..

    oh ngoten toh, selamat begadang mba..berjaga jaga, smoga gak banjir lagi😉

    Like

  3. langitshabrina said: Jd inget rumah mawar dan kamar paling ujung. Tempat deboy ngsi sesajen coklat.

    ..dan setiap org yg liat coklat pasti inget kamar yg seringkali tertulis perboden di pintunya ituh, dan membaginya walo sepotong, beberapa potong, sebatang, ;dsampe2 pas si boy maen ke kosan bandung dia bilangnya:”ntee! di warung depan gda coklaat, jd ga dibeliin coklaat.” ;doiya, ituh bungkus2 cokodotmu msh ada di kamar. di simpen weh.. dan coklatnya baru dimakan sebulan kemudian ;))huwaaa.. kangeeen kaliyaaan

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s