pada sebelas

waktu tiba-tiba lumpuh, jeda yang disuguhkannya terasa lama. layaknya hujan yang bertandang malu-malu, ia belumjua beranjak. detak detik purnama menggariskannya dari celurit, sabit, berjingkat lambat hingga berpendar utuh tanpa ragu tanpa malu.

tanpa ragu. iakah, Ta?

pada sebelas aku penuh berkaca. tentang ribuan jenak yang terlalu tersia. pada jejaknya yang terlanjur tergores di catatan harian Tuhan. pada ripuhnya hari yang bahkan terbata melafadzkan doa paling mantra.

lalu punya apa aku, kamu, Ta?

semua masih ganjil, maka ia akan tergenapi dengan cahaya doadoa. dengan telimpuh paling riuh di setiap kala istimewa. bukankah masalah dan penyelesaiannya hanya sejarak kening pada sajadah?* meski tentunya diiringi dengan gempita langkah yang takgoyah.

hingga kini, hanya ada satu tanyaku pada kamu, Ta. pada sebelas. sudah seberapa pantas?

-eL pada sebelas,-

*twit abang di TL neng Ifi

16 thoughts on “pada sebelas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s