[sebab perjalanan adalah teman] tentang rizki



“Sopir angkot adalah orang tersabar sedunia.”


Itu kalimat yang sering kugumamkan saat pagi mau berangkat ke kantor. Sebenarnya kosan gak jauh, cuma 10 menit dengan dua kali naik angkot, tapi kalo angkotnya ngetem, ya nggak bisa diprediksi jam berapa sampai kantor.

Alhamdulillah belum pernah telat, meski harus jalan cepat.

Pernah sekali waktu, karena ngetemnya lama banget. akhirnya ada seorang ibu yang protes agar sang sopir segera berangkat. Dan berangkatlah sang sopir, karena memang penumpangnya juga udah lumayan penuh.

Allah memang sebaik-baik pemberi rizki, karena masih pagi mungkin, jadi angkot yang membawaku ketempat kerja juga masih sepi, rata-rata hanya ada dua atau tiga orang penumpang. Tapi terkadang ada juga yang bener-bener penuh penumpang, ketika seorang turun, di depan udah ada yang mau naik lagi.

Dulu ada seseorang yang pernah bilang, “Kalo ingin tahu cara Allah ngasih rizki, coba lihat di pinggir-pinggir jalan. Banyak orang yang jualan dengan menu sama, misalnya Tahu Sumedang. Tapi toh akhirnya semua kebagian pembeli, karena di sanalah “pertarungan” rizki yang sebenarnya. Jangan pernah takut kalah saing karenanya.”

Sejak itu aku suka sekali mengamati orang-orang yang jualan di pinggir jalan. Apa sebenarnya yang menggerakkan hati seseorang untuk membeli di warung A, padahal di sebelahnya juga ada warung B yang mempunyai dagangan yang sama? Hmm.. mungkin lebih tepatnya, siapa yang menggerakkan hati-hati mereka untuk memilih ke arah pintu mana mereka akan melangkah?

Yah, karena Allah takkan lalai atau bahkan salah memberikan jatah rizki kepada mahlukNya, bukan?

“Selamat siang.. Bandung cerahceria, semoga juga dengan hati anda.”



Rumah Lentera, 12.10

15 thoughts on “[sebab perjalanan adalah teman] tentang rizki

  1. jampang said: jadi inget dulu waktu SMP…ada dua orang tukang bubur ayam yg berkelahi gara2 rebutan pembeli*lho…. koq malah kebalikan

    aduh..manis banget artikelnya..*kepengen bubur ayam malem2*tapi emang bener kok, ga usah takut, asal kita masih berusaha, Allah pasti berikan sesuai porsi nya..tinggal gimana kita bersyukur*sok bijak malem2*

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s