saat ruh tiada


DA : “apa yang harus dilakukan ketika ruh pelan-pelan memudar dan semangat melesap entah kemana. kosong..hampa..?

TT : ? :) tanya pada nurani siapa yang membawa ruh itu perlahan pergi.. Jujurlah dan sadarilah Dia akan mengangkatmu lebih tinggi

DA : “nurani? dimana ia?pertemuan-pertemuan tanpa kesan. bacaan-bacaan tanpa makna terserap. apakah ini tanda-tanda hati sudah mati??

TT : “nurani tersenyum pada tilawah pagimu, ia tertawa pada dzikir pagi dan petang. Ia juga bahagia pada akhir sepertiga. Ia akan merasa tangguh saat kau istighfar dengan sebenar-benar

DA : “……………………………………………..?

20 Oktober-02.16





6 thoughts on “saat ruh tiada

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s