[Percakapan Kecil] Dzikir-Dzikir Kelopak


ah, gerimis lagi. dikelopak.


“bukankah gerimis itu adalah dzikir-dzikir kelopak? ia akan sublim bersama cahaya doadoa.”


kurasa ini memang tetes doa, agar suatu hari ada yang menghapus dan memeluknya.


“kau tau, ia juga tengah berdiri takzim di pilarpilar senja. memeluk doa yang sama, menanti purnama. menghidu wangi dzikir-dzikir kelopakmu.”


aku tahu, dan hanya kesabaran yang membuatnya kelak erat menggenggam, jemari yang samasama menengadah pada-Nya.


“sebab hanya jiwajiwa yang bersabar yang mampu menatap indah gerhana, menikmati kesiur angin pada tiap gelombang laut yang akan meninggi ketika purnama.”





kebumen, ramadhan 27
** coklat with strawberry ^,^

12 thoughts on “[Percakapan Kecil] Dzikir-Dzikir Kelopak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s