Mengobati Kekecewaan: di Tikungan Takdir


Tiba-tiba ia menjadi sensitif. melihat orang yang berhasil ia menjadi sangat nyeri. Melihat kebaikan, ia tidak terima. Melihat orang lain yang mulai berbuat baik, hatinya menolak. Apakah yang menjatuhkan mentalnya demikian terpuruk? BUkankah ia telah menjalani malam-malam penuh doa? bukankah ia telah menekuni kitab-kitab tentang kesabaran? bukankah ia telah menenun hatinya dengan kalimatullah?


“dikelokan takdir ini, aku menatap masa depan….. ? (Ramonez)

Ah, itulah manusia. Betapa ia ingin mengakui bahwa hatinya terluka. Betapa ia malu untuk mengakui kekalahan. Betapa ia tak ingin orang lain tahu bahwa dalam hatinya ia ingin marah. Bahwa semua yang ia lakukan telah kandas di depan matanya, semuapun tahu. Tapi tak lagi ia keluhkan pada manusia. Nafasnya terasa tersengal, tak bisa menghirup nafas untuk mengatkan “aku kecewa? tapi hanya kata-kata yang terpotong-potong tentang “hai, aku tak mengapa?. Ini hanya topeng,hanya sabotase. Tapi apa lagi yang bisa diperbuat? menangis? mengamuk? menyebar kebencian? ia mengatakan TIDAK.

Kalaupun ia kini tahu, rasa sensitifnya adalah karena gejala kekecewaan saja. Kalaupun ia tahu bahwa kekecewaan itu hanya untuk mereka yang tidak bersyukur. Kalaupun ia tahu bahwa ini ujian dari Allah untuk membelokkan takdirnya menuju takdir yang lebih baik. Akhirnya toh ia harus membisu. seperti tercekat dalam dadanya. Nyeri tak terperikan lagi. Namun ia tahu bahwa belokan selalu membawa angin yang berbeda. seperti muson yang membawa hujan ataupun badai. seperti tikungan yang menjatuhkan pembalap yang puluhan tahun menghiba pada kecepatan. Ya, ia tahu. ia tahu persis sakitnya ini. dan ia mencoba untuk tersenyum meskipun air matanya terus mengembang.

diambil dari sini



8 thoughts on “Mengobati Kekecewaan: di Tikungan Takdir

  1. smallnote said: Satu hal yang membuat kita sakit adalah terlalu banyak berharap.

    yup! betuul.. mungkin ‘terlalu’nya yg harus kita selaraskan lagi.*Mba Ave, jurnal terakhir kereen, mau komen gak iso. jd takbilang disini ae.. ;d

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s