“Poetry Hujan: Hujan di Kelopak”



padahal sudah kupunguti bulir merahjambu di pipimu hingga hujan hanya membayang pada sekeranjang doa yang takpernah alpa melesat membersamai cahaya pagi yang masih belia cahaya di sepenggalah dhuha cahaya putih matahari saat ia menggelincir dari atas kepala cahaya senja ketika ia merona jingga cahaya rembulan di awal sepertiga dan cahaya-cahaya diantaranya yang kini menjadi karib bagi kelopak untuk mewartakan cinta mempersunting senyum dalam bilur bening air mata.

hujanku untukmu, begitupula doaku”



Kebumen, 27 Juli 2011
untuk Lelaki Matahariku



Puisi ini diikutsertakan pada Kuis “Poetry Hujan? yang diselenggarakan oleh Bang Aswi dan Puteri Amirillis



23 thoughts on ““Poetry Hujan: Hujan di Kelopak”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s