ini terakhir aku luka.


: bintang ungu


pada pusara-nya luka itu tak pernah benarbenar mengering. ia senantiasa basah oleh tetes embun yang setia menziarahi mahkota kamboja berserakan. helai demi helainya masih utuh membingkai diorama. namun Tuhan yang Mahaadil menghadirkan rekah mawar untuk menoreh rona pada putih kamboja. membiaskan tawa meski lara.

aku berjanji, Tuhan. ini luka terakhir. katanya berpeluh senyum dan airmata.

-kebumen,24 Juni2011-

29 thoughts on “ini terakhir aku luka.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s