d.i.a


Dia menendangku lagi. Kali ini menyebabkanku terjerembab. Kepalaku membentur dinding. Mukaku lebam. Dan kau tau? Aku hanya diam. Tak sepatah katapun keluar dari mulutku. Hanya seringaiku yang makin membuatnya kalap. Aku sudah terlalu lelah untuk menangis dan aku juga sudah tidak berifkir untuk hidup esok hari. Mungkin saja, malam itu Izrail tengah mengintaiku. Membiarkanku mati di tangannya.

Tapi aku salah.

Tuhan masih menginginkan aku kuat menghadapi semua ini. Dia menyelamatkanku dengan mendatangkan mama. Meski mama juga harus tersungkur untuk mencegah dia menamparku kembali. Yeeaahhh.. entah sampai kapan aku dapat bertahan. Pundak ini rasanya terlalu ringkih untuk menahan beban, air matapun telah lama mengering. Inilah alasan kenapa aku selalu ber make-up tebal saat keluar rumah, menutup lebam yang hampir tiap hari mampir dipipiku. Aku tidak peduli, betapa akhwat dikampusku sering menyindir dan tak kurang ikhwan mengingatkanku tentang dandananku. Tabarruj, ceunah. Tapi biarlah, toh mereka tidak akan ikut bertanggung jawab akan kejadian dirumahku.

Sampai kapan aku harus berpura-pura semuanya baik2 saja?

Menikah katamu? Aku bahkan hampir tidak percaya lagi sama yang namanya laki-laki. Kau tau hafalan orang yang telah menamparku? tidak sedikit. Kau tau betapa bacaannya bagus saat menjadi imam dalam shalat-shalat jamaah di keluarga kami. Buku dan kitabnya yang berderet dalam perpustakaan rumah kami. Dan mama adalah wanita juara sdunia. Tak sepatahpun keluhan pernah terdengar dari mulutnya. Entah apa yang ada didalam fikirannya, hingga masih tahan dengan semua ini. Semoga Malaikat memberikan catatannya dengan tangan kanan kelak.

Bahkan ketika dia memilih menikah lagi dengan cinta pertamanya, mama tetap tersenyum. Menerima madunya tinggal bersama dirumah kami. Memasak bersama untuk kemudian meja makan menyatukan canda yang makin membuatku muak. Perempuan itu sama sekali tidak salah, dia juga tidak salah memilihnya menjadi pendamping lagi toh mama juga mengizinkannya. Tapi aku tidak tega melihat mama. Bagaimanapun beliau tetap perempuan. Terkadang kulihat mendung diwajahnya, saat melihat dia bercengkrama dengan madunya. Memakan masakan madunya yang menurutnya lebih enak daripada masakan mama.

Ahh.. mama, sebenar bidadari bagiku..
Ketika virus yang menyerang otakku serasa merenggut semua hidupku, mama yang terus mendampingiku. Memberikanku semangat untuk melanjutkan kuliah dan menemaniku rutin terapi.

Bahkan sekarang aku sudah tidak tau bagaimana rasa sakit itu. Fisikku, jiwaku, rasanya lengkap sudah Allah memberikan pengalaman hidup diumurku sekarang ini. Doakan aku bisa lebih mulia dengan semua ini. Dengan keluarga yang luar biasa istimewa. Tapi kumohon padamu, berhentilah membujukku menikah sekarang2. Pliss.. Aku membutuhkan lebih besar lagi kekuatan untuk memikirkan keluarga macam apa nanti yang akan membuatku sedikit merasakan kenyamanan. Entahlah, aku sendiri belum berfikir kearah sana.

Terimakasih, untuk telinga yang selalu kau sediakan 24 jam untukku. Untuk bahu yang tak pernah bosan kau sediakan untukku menumpahkan air mata. Semoga Allah memberkahi hidupmu, hidupku juga.

..dan Dia tidak akan menyediakan beban tanpa pundak. Rasakanlah, Dia tengah mendekapmu hangat, bahkan lebih erat kini. Luv u.. ^_^

*repost–based on the true story

**gambar lupa darimana




16 thoughts on “d.i.a

  1. ekspresilepas said: Sepertinya pernah baca, tapi lupa kapannya.. Psykopat memang menyeramkan..

    iyah. pernah titin posting emang. lg pengen edit ajah.sereem banget, Mba. entah psikopat ato bukan. ga ngerti.tapi dia suka nyekap tanpa ngasih makan juga beberapa hari. tapi pas udh ya, udah kaya gak terjadi apapunšŸ˜¦

    Like

  2. titintitan said: iyah. pernah titin posting emang. lg pengen edit ajah.sereem banget, Mba. entah psikopat ato bukan. ga ngerti.tapi dia suka nyekap tanpa ngasih makan juga beberapa hari. tapi pas udh ya, udah kaya gak terjadi apapunšŸ˜¦

    belum lama ini ada yang pernah curcol tentang hal ini ke aku Tin.. trus aku bilang manusia jenis ini psykopat, menyeramkan..untungnya yang curcol saat ini sudah lepas dari sang psykopat.. akhirnya ada kasus yang bisa menguatkan dia untuk minta cerai dari suaminya.. sangat menyeramkan.. aku aja yang dengernya serem.. naudzubillah.. astagfirulloh.. semoga kita terhindar dari kedzaliman seperti itu.. amiin…

    Like

  3. ekspresilepas said: belum lama ini ada yang pernah curcol tentang hal ini ke aku Tin.. trus aku bilang manusia jenis ini psykopat, menyeramkan..untungnya yang curcol saat ini sudah lepas dari sang psykopat.. akhirnya ada kasus yang bisa menguatkan dia untuk minta cerai dari suaminya.. sangat menyeramkan.. aku aja yang dengernya serem.. naudzubillah.. astagfirulloh.. semoga kita terhindar dari kedzaliman seperti itu.. amiin…

    na’udzubillah.. iyah. smoga kita terhindar. temen titin itu juga kasihan beneršŸ˜¦

    Like

  4. hwwibntato said: ngeri juga, ya …iya, semoga terhindar dari perbuatan zhalim seperti itu …juga terhindar dari berbuat zhalim seperti itu …

    Mana orangnya? (ekspresi marah)… bawa kesini! biar aku tendang selangkanganya.Aku muntahkan biji pelirnya. Muak aku dengan lelaki seperti itu..#take adegan pahlawan datang

    Like

  5. hwwibntato said: ngeri juga, ya …iya, semoga terhindar dari perbuatan zhalim seperti itu …juga terhindar dari berbuat zhalim seperti itu …

    dia masih sehat gak ya? semoga fisik dan ruhnya tetap sehat aamiin#doaorangsakitbiasanyadikabulkanšŸ™‚

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s