menulis saja

seringkali menulis hanyalah menulis. tanpa berfikir mau nulis apa. hanya menumpahkan rasa. bahkan dari dulu aku punya kesimpulan sendiri, kalau aku lagi males nulis berarti tanda-tanda futur udah mulai merambah. sebab bagiku menulis adalah mengurai masalah, menangkap hikmah, merencanakan banyak hal termasuk berani mengakui sedang terluka. bukankah berani mengakui kita terluka adalah langkah wajib untuk menemukan obatnya? dan menulis bagiku adalah salah satu wasilah untuk mencari obat itu
aah, sampai kapanpun aku cinta menulis. menulis yang hanya menulis. tanpa berfikir harus begini dan begitu. menulis yang gak pake syarat macam-macam. seperti puluhan diary yang terkumpul di meja belajarku, yang hanya memakai buku SiDu isi 36 –gak mau lebih tebel dari itu, biar cepet habis. gak mau pula merk lain. gak mau pula buku yang warna warni –biar mudah dibawa kemanamana.
maka menulis hanyalah menulis. –kangen diary2 itu
00.11

8 thoughts on “menulis saja

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s