percakapan kecil (2)

pagi, cantik! sesekali ingin juga menyapa dari rumah berlumut merah jambu :p
lihatlah di beranda, ada dedaun jatuh berserak sebagai serpihan rindu yang ingin kusapu.
jelang siang, tjintah! percuma kau sapu dedaun itu karena ia akan terus berguguran layaknya rindu yg tak tahu malu. #tsaaah ;d
apakah perlu kusulut api, agar ia hanya menyisa abu?
abu itupun akan lesap bersama tanah yang kan menyuburkan rindu dedaun pada embun.
jadi lebih baik kubiarkan ia terus bertumbuh, mengakar dari ketabahan tanah, merimbun keikhlasan dedaun, meski pada akhirnya akan jatuh oleh angin yang sama yang membisikkan kata-kata berbeda?

rindu adalah RINDU, ia terus meluruh pada daun, rebah bersama dzikir2 tanah. rindu adalah RINDU ia rasa paling tabah yg menjelma doa saat awan merindu hujan, rindu adalah RINDU ia adalah sekat terjauh dari hatihati yang paling dekatpun. sebab ia rindu. jeda yang nyata diberikan Tuhan agar cinta kembali menemui kebermaknaannya,
***
pagi hujan; pesan yang kau tulis di kaca jendela jua mampu kubaca. #kode #eh
jangan-jangan kau menghapusnya tanpa sadar saat menyeka air mata. #apadeh ini #gaknyambung :d titiip doa senja ya..πŸ™‚
..karena senja selalu indah. ia adalah jeda yang tercipta pada rebah sajadah. dan fajar itu selalu memijar, tempat kita menghidu semangat matahari yang memancar hangat. *sumpe langit jogja keren sejuta plus ;d
18.05.11

10 thoughts on “percakapan kecil (2)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s