*menunggu hujan


meratap jenak. mengapa lenguh berdetak. lelap tanpa gegap. gegap tanpa tanggap. pada perjanjian yang terburai. lelaku senyap dari harap. netra tak lagi berkaca. namun rerinai menyemai semesta apatah dikata. langit menurunkan titah. tatihku jeda. lirih merintih pedih. tunduk menatap ceruk

letih. bumilangit mustahil satu. gemintang tak lagi matahari. hanya malam berteman bulan. dan pagiku menunggu hujan

;sbb lengkung 7rupa alpa tanpa rinai semesta

1.43_25.8.9

*puisi aneh*

16 thoughts on “*menunggu hujan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s