mungkin,

Mungkin berada dalam kesunyian lebih menyenangkan daripada berada dalam keramaian.
Bersembunyi dalam sunyi berarti menunggu.
Menunggu keramaian datang, menyiapkan diri untuk berteman dengan keramaian.
Kini, setelah berada dalam keramaian, lalu apa lagi yang dapat diperbuat? Hanya menunggu kesunyian.
Takhirau, akhirnya itulah yang terjadi pada orang yang terbiasa dengan kesunyian. Keramaian terlalu rapuh untuk menyapanya. Atau manusia sunyi itu yang terlalu rikuh untuk meramahi keramaian.
Entahlah, ramai memang terlalu banyak menuntut penjelasan. Berbeda dengan kesunyian, ia takbanyak bicara, takbanyak bertanya, takbanyak meminta, takbanyak mencela, takbanyak menduga.
Menciptakan sunyi. Ini dilakukan manusia sunyi yang mulai terdampar di keramaian.
Mereka bahkan mengajak penduduk keramaian untuk masuk ke dunia kesunyian. Celakanya, ia takpernah menyadari sejatinya sedang menciptakan keramaian baru.
Manusia sunyi cukup tahu apa yang ia suka. Ia dapat meramainkan dirinya di dalam keramaian tanpa mampu melepaskan kesunyiannya. Merah, kuning, hijau, biru, takdapat ia satukan dengan hitam dan putih. Ia hidup tanpa harus menghidupkan dirinya. Ia mati tanpa harus mematikan dirinya. Ia berkata tanpa harus bersuara.
Hemat kata, inilah yang terjadi dalam dunia kesunyian. Penuh pengertian karena hanya satu kata yang ada dalam kesunyian “diam”. Ia diam. Mereka diam. Aku diam. Kau pun harus diam.
Ketidakjelasan adalah kejelasan dalam kesunyian. Kejelasan ada dalam ketidakjelasan dalam kesunyian.
Kosong, ya, kekosongan adalah keberisian dalam sunyi. Kekosongan adalah kelengkapan. Keberisian adalah kekurangan.
*kangen –kau dan sunyinya mawar*
sumber: darisini πŸ™‚

27 thoughts on “mungkin,

  1. terlalu sunyi kalau bersama maha pengcipta ya baguslah………tapi kalau kesunyian itu bertemankan syaitan…..lebih baik berada di keramaian majlis tahlil di masjid………kesunyian untuk manusia yg mencari erti kehidupan yg sebenar……….jawapannya sudah ada di al quran tapi masih mencari…mau cari di mana?…..komentar yg gak jelas ini….heee heeee heeee…gak nyambung kali

    Like

  2. nurfirman40 said: terlalu sunyi kalau bersama maha pengcipta ya baguslah………tapi kalau kesunyian itu bertemankan syaitan…..lebih baik berada di keramaian majlis tahlil di masjid………kesunyian untuk manusia yg mencari erti kehidupan yg sebenar……….jawapannya sudah ada di al quran tapi masih mencari…mau cari di mana?…..komentar yg gak jelas ini….heee heeee heeee…gak nyambung kali

    ^_^betul ko yg dibilang Pakcik..πŸ™‚

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s