c.i.n.t.a


“Jika tahu ‘kejelek2’nya tak mampu menyadarkan kita dari keterjebakan rasa.. apakah sebenarnya yang terjadi? Apakah jaring iman rapuh sangat??

Itu adalah bunyi sms yang mampir di HPku 2 malam lalu. Namun karena kantuk sedari sore, maka tak sempat kutanggapi saat sms tersebut masuk, sedangkan kelopak mata sudah terlanjur lekat.

Aku tak tahu persis apa maksud sms tersebut, dan tak bermaksud menanyakan kejelasannya sampai yang bersangkutan bercerita sendiri. Namun kalau boleh kutebak, pastilah tentang cinta. Hmm.. cinta, sampai kapanpun sepertinya rasa itu akan terus membayangi, sehingga Ia menghalalkan kita mempunyai dan merawat rasa itu dengan cara yang lebih agung.

Menurutku setidaknya ada dua solusi untuk orang yang jatuh cinta, menikah atau “memutus? rasa. Menikah tentulah jalan mulia yang memang sudah seharusnya dilakukan untuk menjaga kebersihan hati dan menjaga diri dari hal2 yang tak diinginkan. Adapun memutus rasa, hmm.. tampak ekstrim sekali cara tersebut. Sebab masalah hati adalah masalah yang amat rumit. Dipaksa melupakan atau dipaksa memutuskan komunikasi adalah hal yang cukup sulit untuk orang-orang yang ‘terlanjur’ mempunyai rasa tersebut. Disini aku cukup realistis, tak mungkin kita menggebu atau bahkan langsung men judge kepada orang-orang yang tengah jatuh cinta.

Duluu sekali, aku pernah di tanya oleh seorang sahabat. Hm.. sedikit lupa redaksinya. Tapi intinya dia menanyakan apakah aku pernah jatuh cinta? Ketika kujawab dengan menyebutkan ciri-cirinya –lupa juga apa yang kukatakan waktu itu tapi dia menjawab, “berarti kau belum pernah jatuh cinta. Kau tahu, kalau orang jatuh cinta boleh memilih, maka ia memilih untuk tidak jatuh cinta.? Kalimat itu menyiratkan betapa ia tengah megalami derita cinta tersebut.

Jadi inget kalimat yang dulu sering kuulang-ulang sendiri. Bahwa cinta akan menemukan jalanNya sendiri. Ia akan mengalir sesuai fitrahnya, menyentuh hati-hati manusia dan akan bermuara padaNya. Suka tidak suka. Mau tidak mau. Takdir itu akan sempurna menyapa kita pada akhirnya. Maka jangan memaksakan cinta yang tak semestiNya. Dan (seharusnya) semua akan tunduk pada keimanan. Entah keimanan yang bagaimana, tentunya sesuai dengan kapasitas masing-masing. Wallahualam.

Lalu bagaimana solusinya? Tetap saja Dia adalah sebaik baik tempat bermuara. Buatlah titian indah ke Langit, maka pelan-pelan kau akan meninggalkan apa yang tak berguna di bumi. Lakukanlah hal-hal yang utama, maka yang sia-sia akan menghilang dengan sendirinya. Tilawah yang mungkin berkurang, paksalah untuk terus bertambah, tahajud yang terasa berat, maka usahakanlah dengan keras, shaum, dzikir pagi-petang dan juga ibadah-ibadah sunnah yang lainnya insyaAllah akan bisa mengalihkan fokus dari hanya ‘kepikiran’ tentang ianya.

Bukankah Allah menjanjikan cinta yang tanpa cela dan tak mengenal kecewa? Dan Diaa menjanjikan pahala bagi cinta yang memang seharusnya. (baca: cinta yang dibangun setelah pernikahan), maka betapa terasa sia-sianya ‘memelihara’ rasa yang tak pada tempatnya.

Memang susah menghilangkan rasa yang sudah menempati keterlanjurannya. Oleh sebab itu mintalah tolong padaNya untuk mencabut rasa yang tak seharusnya. Izinkan hati kita untuk berproses menuai ikhlas itu. Meski pelan, tapi Allah akan melihat kesungguhan kita dalam proses tersebut. Karena Allah menyuguhkan berbagai cerita didalam kehidupan kita tentu bukan tanpa maksud. Ia ingin kita semakin dekat, baik melalui sesuatu yang kita anggap nikmat maupun sesuatu yang kita anggap ujian. Pun ketika Dia menghadiran seseorang di sekitar kita. hendaknya seseorang tersebut bisa menjadikan kita makin dekat dengan Allah, bukan malah membuat kita makin berat untuk beribadah dan enggan mengadukan segala padaNya.

Wallahualam bi shawab

#sekadar mengingatkan diri

41 thoughts on “c.i.n.t.a

  1. anazkia said: Ada kalanya, kita jatuh dan terperosok pada tempat2 yang salah, yang tak seharusnya.Makasih berbaginya…jadi inget dulu pernah mengubur rasa *halah*

    iyah, mba.. seringkali memang begitu. dan Allah selalu punya cara untuk membuat kita kembali. *jadi ikut keinget juga.. hehhe

    Like

  2. penasulung said: cinta… ntah lah.. seolah ku tak punya kata klo berbicara cinta..

    suka bagian yg ini–> ia akan mencari jalannya sendiri, mngalir sesuai fitrah mnyapa hti2 manusia dan akan bermuara padaNya..thanks mba…^_^

    Like

  3. penasulung said: cinta… ntah lah.. seolah ku tak punya kata klo berbicara cinta..

    Kanapa kata “jatuh” dan “cinta” itu digabung? Apa mungkin untuk menggambarkan dua perasaan yang saling betolak belakang? Jika cinta seseorang berbalas cinta pula dari orang yang dicintainya, maka kisahnya akan berujung sebuah kebahagiaan. Namun sebaliknya, jika cinta seseorang bertepuk sebelah tangan, maka kisahnya mungkin berujung sebuah kesedihan yang mungkin akan berlanjut kisah pejuang cinta dengan semangat bahwa cinta harus diperjuangkan atau dengan kisah keikhlasan melepas sang pujaan dengan alasan bahwa cinta tak harus memiliki.saya ambil dari sini.

    Like

  4. jampang said: Kanapa kata “jatuh” dan “cinta” itu digabung? Apa mungkin untuk menggambarkan dua perasaan yang saling betolak belakang? Jika cinta seseorang berbalas cinta pula dari orang yang dicintainya, maka kisahnya akan berujung sebuah kebahagiaan. Namun sebaliknya, jika cinta seseorang bertepuk sebelah tangan, maka kisahnya mungkin berujung sebuah kesedihan yang mungkin akan berlanjut kisah pejuang cinta dengan semangat bahwa cinta harus diperjuangkan atau dengan kisah keikhlasan melepas sang pujaan dengan alasan bahwa cinta tak harus memiliki.saya ambil dari sini.

    wah, jurnalnya kereen mas.. :)bangun cinta, kalo versi Salim A Fillah ^^setuju sangaat.jatuh kan sakit ya? ehehhe..

    Like

  5. anazkia said: Kalau aku udah rubah, MasBukan jatuh cinta, tapi jatuh gedebug😀

    “Pun ketika Dia menghadiran seseorang di sekitar kita. hendaknya seseorang tersebut bisa menjadikan kita makin dekat dengan Allah, bukan malah membuat kita makin berat untuk beribadah dan enggan mengadukan segala padaNya.”Se-7 sekali ^_^

    Like

  6. 4gnez said: “Pun ketika Dia menghadiran seseorang di sekitar kita. hendaknya seseorang tersebut bisa menjadikan kita makin dekat dengan Allah, bukan malah membuat kita makin berat untuk beribadah dan enggan mengadukan segala padaNya.”Se-7 sekali ^_^

    ^_^

    Like

  7. 4gnez said: “Pun ketika Dia menghadiran seseorang di sekitar kita. hendaknya seseorang tersebut bisa menjadikan kita makin dekat dengan Allah, bukan malah membuat kita makin berat untuk beribadah dan enggan mengadukan segala padaNya.”Se-7 sekali ^_^

    makasih sudah mengingatkan..🙂

    Like

  8. 4gnez said: “Pun ketika Dia menghadiran seseorang di sekitar kita. hendaknya seseorang tersebut bisa menjadikan kita makin dekat dengan Allah, bukan malah membuat kita makin berat untuk beribadah dan enggan mengadukan segala padaNya.”Se-7 sekali ^_^

    samasama mba, ^_^v

    Like

  9. 4gnez said: “Pun ketika Dia menghadiran seseorang di sekitar kita. hendaknya seseorang tersebut bisa menjadikan kita makin dekat dengan Allah, bukan malah membuat kita makin berat untuk beribadah dan enggan mengadukan segala padaNya.”Se-7 sekali ^_^

    smoga ga sampe terlanjur.. =)

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s