Jogja, 18 feb-


tetiba terasa seperti Kinanthi yang ketakutan saat jarak makin membaginya dengan kenangan masa kecil bersama Ajuj hingga akan semakin mengalikan rindu yang memang sudah berlipat-lipat jumlahnya

tetiba terasa seperti manusia dungu yang menghamba pada rindu akan sekelebat waktu tentang bayangbayang ungu bayangbayang biru bayangbayang ragu dibawah teduh langitcantik kotamu

tetiba terasa kau serupa gubug penceng penunjuk arah selatan menemaniku pada rebah sajadah merah di akhir sepertiga menghantar hingga subuh tiba

tetiba terasa hari amat cepat berlalu kaupun semakin menjauh dari riuh gemuruh suara gaduh mulutku yang memaksamu membaitkan doa petang-pagi untukku

tetiba terasa ingin menghentikan perputaran matahari dan berdiam di tepian senja yang jingga bercengkrama memunguti kerlip bintang kepagian mengantonginya menjadi cenderamata kita tanpa warna tanpa nama hanya pesona tak terkata kau dan JOGJA

“adakah yang lebih ngilu dari rasa rindu?





Jogja_22.50
*untuk Jogja dan Dia yang telah mengirimmu menemuiku. terimakasihku*

17 thoughts on “Jogja, 18 feb-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s