maafku,

lengang pada hampa rasa dan nyata.
satusatu lara mengapa meruam kenang.
mewujud pada detak yang melenggang bersahaja.

Ia dan duaribusepuluh,
Ia dan duaribusembilan,

ahh.. tentu saja bukan.
tepatnya Ia dan sepanjang perjalanan.
Ia dan sesuatu yang kurebut paksa,
meski bahagia dengan terang Ia tawarkan.
Ia dengan titah yang sering tak kuindahkan

maafku.

sungguh hanya sesal dan kesal,
pada naif diri yang pernah terlalui.
tapi bukankah Ia terlalu sayang?
tak pernah lelah menawarkan terang?
sedang aku yang terkadang menghambur gelap?
maafku.

..karena kemarin tak mungkin kembali dan harta kita hanya hari ini, sedang esok masih misteri. Semoga yang terbaik yang selalu kita lakukan. kemarin, hari ini dan hari esok

Rabb, mampukan hamba selalu membersamaiMu

Kebumen_15.27

6 thoughts on “maafku,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s