“sono” MONOLOG

tibatiba senja mengeja namamu,

pada baitbait rindu..

tibatiba jingga memagut rautmu,

pada remah-remah rasa..

tibatiba nyeri menelisik bilik

tak menyengaja.. ia teracik

&&

tibatiba Ia merangkum senyummu

pada sepertiga awal malamku

tibatiba Ia membalut candamu

pada sapa hangat saat berbuka

tibatiba Ia menghadirkanmu

pada gores manja sapaan maya

tibatiba Ia mengirimu

pada tanya, sedang apa?

tibatiba

tibatiba

tibatiba

benarkah tibatiba?

bukankah tak ada yang tibatiba didunia?

semesta saja mengalami proses penciptaan

dan manusia sembilan bulan dalam kandungan

sebelum akhirnya berkompetisi dalam kehidupan

lalu bagaimana rindu itu tercipta?

adakah kita yang meramu rasa,

hingga kemudian menamainya,

RINDU..

sedang rasa adalah hal yang paling tidak bisa kita rekayasa,

cinta, rindu, adalah lagu yang tercipta dari lantunan doa..

Ia-lah sang MAHA

yang mengilhamkan rasa itu

pada jiwajiwa yang terpaut padaNya

Ia-lah sang MAHA

yang berkenan menitiskan cinta pada saudara

jua rindu yang menyesak kalbu

Ia-lah sang MAHA

yang menghadirkan cinta

di hatiku dan hatimu

Tak usah meragu tentang rindu,

Tak perlu bertanya tentang cinta,

sebab ia hadir sebanyak doa yang kita lantunkan

untuk saudara..

maka mintalah padaNya..

tentang mata air cinta,

tentang telaga rindu,

yang tak pernah habis

maka mintalah padaNya,

pada sang Penguasa rasa

hingga tak tertorehkan kecewa

hingga tak terpercik prasangka

sebab aku, kamu, kita

hanya m a n u s i a biasa

Kbm_22.13

4 thoughts on ““sono” MONOLOG

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s